NADIKABAR.COM — Apple dikabarkan memutuskan untuk memangkas anggarannya secara internal khususnya untuk tim teknik Apple dalam menggunakan kecerdasan artifisial (AI).

Dilaporkan oleh TechCrunch, Rabu (4/11) waktu setempat, keputusan ini merupakan perubahan besar bagi perusahaan yang telah berupaya keras mengintegrasikan teknologi termutakhir tersebut ke dalam proses pengembangan produk mereka.

Pada Oktober 2026, Apple menurunkan batas pengeluaran harian untuk AI bagi tim tekniknya, dari 300 dolar AS (sekitar Rp5,4 jutaan) menjadi 200 dolar AS (sekitar Rp3,6 jutaan) sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg.

Ke depannya Apple berencana lebih banyak melakukan pemotongan, dengan beberapa tunjangan turun menjadi 100 dolar AS (sekitar Rp1,8 jutaan) per hari, menurut sumber dalam laporan tersebut.

Di luar bidang teknik, Apple dilaporkan sedang mempertimbangkan batas harian serendah 25 dolar AS (sekitar Rp450 ribuan) per hari.

Pada awal 2026, terjadi gelombang besar di perusahaan-perusahaan dalam hal pemanfaatan token AI secara maksimal atau dikenal juga dengan istilah tokenmaxxing.

Para staf diminta menggunakan AI sebanyak mungkin dengan alasan peningkatan efisiensi yang definisinya kurang jelas.

Kondisi itu cukup riuh dan berlangsung singkat karena pada akhirnya tagihan untuk token tersebut jatuh tempo dan perusahaan-perusahaan memutuskan bahwa penjatahan token AI mungkin pendekatan yang lebih masuk akal secara fiskal.

Meski begitu, kekhawatiran para pekerja di perusahaan tetap ada mengenai kesenjangan yang tampak antara biaya pengembangan dan pengoperasian AI dengan peningkatan produktivitas.

Penerjemah: Livia Kristianti