NADIKABAR.COM — Arab Saudi melancarkan sejumlah serangan ke sejumlah kota di Yaman. Koalisi Saudi mengatakan lokasi yang disasar diyakini sebagai markas Houthi.

Dilansir AFP, Minggu (25/10/2026), rentetan serangan itu terjadi pada Sabtu (24/10). Total ada 16 orang tewas di Yaman akibat serangan Saudi.

Media Houthi, Al-Masirah, melaporkan serangkaian serangan udara Saudi yang menyasar ibu kota Yaman, Sanaa. Salah satu serangan menghantam sebuah rumah, menewaskan setidaknya empat orang dan melukai beberapa lainnya.

Media tersebut juga melaporkan serangan terpisah terhadap bangunan tempat tinggal pekerja pabrik semen di wilayah Sanaa. Serangan itu menewaskan enam wanita dan satu anak, serta melukai tiga orang lainnya.

Selain itu dilaporkan bahwa lima orang telah meninggal akibat serangan terhadap rumah mereka di kota pelabuhan Hodeida di bagian barat. Houthi menuding Arab Saudi sebagai pelakunya.

Sebagai balasan, Houthi menyatakan telah menyerang kota Aden di bagian selatan yang menjadi pusat pemerintahan sementara yang didukung Arab Saudi pada Sabtu (24/10) malam.

Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah mencegat dua rudal yang menargetkan kota Taif dan Yanbu di wilayah barat Arab Saudi. Tak lama kemudian, terdengar ledakan di Aden, Yaman, lokasi pemerintahan yang didukung Riyadh dalam perang saudara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kelompok Houthi segera mengaku bertanggung jawab atas serangan di Aden tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan angkatan laut dan kamp militer yang diawasi oleh pasukan Arab Saudi.

"Angkatan bersenjata kami menargetkan konsentrasi musuh Saudi di kamp yang disebut Al-Nasr serta pangkalan angkatan laut di Aden," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree.

Menurut kantor berita Saba, Kementerian Dalam Negeri pemerintah Yaman menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam markas besar penjaga pantai dan satu bangunan lain milik mereka di lokasi berbeda, namun tidak menyebutkan adanya serangan di pangkalan dekat bandara.