Penjelasan Tafsir: Allah SWT tidak dapat disepadankan atau disamakan dengan apa pun yang ada di langit maupun di bumi. Baik dari segi Dzat, Nama, Sifat, maupun Perbuatan-Nya, tiada satu pun makhluk yang memiliki kesetaraan (kufu') dengan Allah.

Merujuk kitab Riyadhus Shalihin serta kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, Surah Al-Ikhlas memiliki keutamaan luar biasa yang ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW:

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa'id Al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Artinya: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh surah ini (Al-Ikhlas) nilainya setara dengan sepertiga Al-Qur'an." (HR. Bukhari)

Ibnu Taimiyah dalam Majmu' al-Fatawa merinci bahwa Al-Qur'an berisi tiga ajaran utama: hukum fikih, kisah para nabi/umat terdahulu, dan ajaran tauhid. Karena Surah Al-Ikhlas secara khusus memuat murni tentang sifat-sifat Allah dan tauhid, maka membacanya secara makna dan pahala sebanding dengan sepertiga dari keseluruhan isi Al-Qur'an.

Dalam hadits riwayat Tirmidzi, dari Anas RA bahwa seseorang berkata "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menyukai surat ini, yaitu Qul Huwallahu Ahad", Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya mencintainya akan memasukkanmu ke dalam surga.".