Menurut laporan WSJ, AS telah melancarkan rentetan serangan berskala lebih kecil terhadap Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Beberapa pejabat AS, yang dikutip WSJ, menggambarkan serangan-serangan itu bersifat defensif untuk mencegah Iran memiliki keleluasaan dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz -- jalur vital bagi pasokan minyak dan gas global yang diblokade Teheran selama perang berkecamuk.

Laporan WSJ menambahkan bahwa AS memang tidak mengumumkan serangan-serangan itu secara terbuka, agar tidak memberikan sinyal adanya niat untuk melanjutkan operasi tempur berskala besar.

Serangan terbaru AS terhadap Pulau Qeshm ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Teheran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama delapan bulan terakhir.

Pentagon enggan mengomentari laporan tersebut dan meminta pertanyaan diberikan kepada Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah. Namun CENTCOM sejauh ini belum memberikan tanggapan langsung.