Hingga 20 Oktober 2026, operasi pemadaman dari udara ini telah mencapai 5.320 flight cycle dan melibatkan 39 pesawat udara dari 11 operator. Bandara di wilayah terdampak mendukung operasi tersebut dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, dan posko pemantauan karhutla.
Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X, Ditjen Perhubungan Udara terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
"Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal," tambah Lukman.
Kemenhub juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang. Penumpang juga diminta aktif untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara.