Bagi Timor Gap, perusahaan energi nasional Timor Leste yang baru berusia 15 tahun, keanggotaan penuh di ASCOPE memberikan manfaat besar. Forum ini membuka peluang memperluas kerja sama dengan perusahaan minyak nasional negara-negara ASEAN lainnya.

Kerja sama tersebut mencakup operasional hulu dan hilir migas. Selain itu, kolaborasi juga dapat menyentuh pengembangan konten lokal, pemberdayaan UMKM, dan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan.

Pengalaman Indonesia menyelenggarakan pertemuan ke-51 ini juga dinilai menjadi referensi berharga bagi Timor Leste. Negara tersebut sedang bersiap menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 2029.

Dengan berakhirnya rangkaian ASCOPE ke-51, Pertamina dan seluruh negara anggota, termasuk Timor Leste, optimistis kemitraan strategis ini akan terus berlanjut. Kemitraan itu diharapkan membawa kawasan ASEAN menuju masa depan energi yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.