NADIKABAR.COM — Australia menyampaikan dukungan penuh untuk Indonesia dalam upaya bersama melawan kejahatan siber berupa penipuan daring atau online.
Penegasan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke seusai acara Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security di kawasan Jakarta Selatan, Kamis.
"Australia sepenuhnya berdiri dalam solidaritas bersama Indonesia dan ingin membantu menumpas serta memberantas pusat-pusat penipuan (scam centers) tersebut," katanya.
Tony mengatakan penipuan daring telah menimbulkan banyak korban yang tersebar di seluruh dunia.
Dalam upaya melawan penipuan daring, Tony mengatakan Kepolisian Federal Australia telah bekerja sama dengan Kepolisian Indonesia, salah satunya dengan memanfaatkan Australian Transaction Reports and Analysis Centre (AUSTRAC) untuk melacak aliran dana.
"Salah satu perangkat paling bermanfaat yang kami miliki untuk mendukung upaya ini adalah sebuah lembaga bernama AUSTRAC. Lembaga ini pada dasarnya memungkinkan pelacakan aliran uang dan pelaksanaan penyelidikan keuangan," katanya.
Tony mengatakan melalui pertemuan Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security pada hari ini maka kerja sama kedua negara untuk melawan penipuan daring akan semakin diperdalam.
"Kemitraan antara kedua negara sebenarnya sudah berjalan bahkan sebelum pertemuan ini. Dalam pertemuan ini, kami menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperdalam kerja sama tersebut," katanya.
Indonesia dan Australia memperkuat sinergi kerja sama di bidang hukum dan keamanan melalui Pertemuan Ke-12 Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan joint communique atau pernyataan bersama antara Indonesia dan Australia.
Komitmen bersama itu, di antaranya penguatan kemitraan strategis, penguatan keamanan maritim, pemberantasan terorisme, pemberantasan kejahatan lintas negara, penguatan keamanan perbatasan, dan keamanan siber.
Menurut Dudung, kerja sama dengan Australia tersebut penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas, dan menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.