"Dikaitkan dengan kasus atlet selam Syabila, baik Syabila dan juga Ayudiah, pertolongan hingga penanganan oleh tenaga medis di lapangan hingga rumah sakit sudah dilakukan. Namun, pada kasus Ayudiah, almarhumah sudah ditangani pihak rumah sakit hingga operasi. Kondisinya, sempat dikunjungi pengurus organisasi olahraga dan dilaporkan dalam keadaan baik," jelasnya.
Meski begitu, Marciano menegaskan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan olahraga. Menurutnya, pencapaian prestasi tidak boleh mengesampingkan perlindungan terhadap atlet, baik selama pertandingan maupun dalam proses pemulihan setelah mengalami cedera.
"Sangat penting untuk memastikan setiap prosedur keselamatan, penanganan cedera, dan rujukan medis berjalan dengan baik. Kita perlu mengetahui secara jelas apa yang terjadi agar langkah perbaikan dapat dilakukan dan kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.
Marciano juga menekankan bahwa atlet merupakan patriot di bidang olahraga yang membawa nama daerah dan bangsa melalui prestasi. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan dan penyelenggaraan pertandingan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan serta memberikan perlindungan yang memadai bagi para atlet.
"Atlet adalah patriot olahraga. Mereka berjuang membawa nama daerah dan bangsa melalui prestasi yang diraih. Tugas kita bersama adalah menjaga dan melindungi mereka dengan sebaik-baiknya. Aspek keselamatan, kesiapan tenaga medis, penanganan cedera, serta pengaturan waktu istirahat dan pemulihan (rest & recovery) harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai semangat mengejar prestasi membuat keselamatan atlet terabaikan," tegasnya.