NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang menghentikan ekspor gas ke negara tetangga.
Peluang itu diungkap Bahlil seiring pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10), yang mengatakan Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi bertahan atau survival.
Bahlil mengakui Indonesia memang harus bertahan menghadapi kondisi saat ini. Oleh karena itu, seluruh kementerian dinilai perlu menerjemahkan arahan Prabowo tersebut sesuai dengan konteks negara yang sedang berada dalam mode bertahan.