"Di lokasi kejadian, korban dan tersangka turun dan kemudian cekcoknya makin hebat. Sampai dengan si korban mengeluarkan kata-kata kasar terhadap tersangka," beber Samel.

Samel mengungkapkan perkataan kasar dari korban membuat pelaku sakit hati. Ia spontan mengambil palu dari jok motor dan mengeksekusi korban dengan tiga kali pukulan.

"Sehingga kata-kata itu membuat sakit hati tersangka dan saat itu juga tersangka mengambil alat berupa palu yang biasa dia gunakan untuk bekerja itu di balik jok motornya," kata Samel.

"Kemudian menghantam dengan keras kepala korban beberapa kali. Berdasarkan keterangan dilakukan kurang lebih tiga kali," tambahnya.

Samel mengungkapkan pelaku membakar korban dengan bensin pertalite yang diambil dari jok motor. Ia menduga aksi itu bertujuan untuk menghilangkan jejak.

"Kalau pengakuan dari tersangka membakar itu menggunakan bahan bakar jenis pertalite yang ada dalam motor. Jadi menggunakan handuk, handuknya itu dicelupin kan itu meresap. Kemudian dikeluarkan, dikumpulkan, dituangkan ke jenazah," papar Samel.

"Biasanya ini berdasarkan pengalaman ya, ini tujuannya tidak lain untuk mengaburkan, mempersulit identifikasi jenazah. Tapi untuk pastinya kita menunggu hasil pemeriksaan," imbuhnya.