"Ketika dunia menghadapi perang, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, dan ketidakpastian keuangan, Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen, inovator, pengolah bahan mentah, serta pemain utama dalam perdagangan global," katanya.

Untuk menindaklanjuti arahan tersebut, Bamsoet mendorong Kadin memperkuat ketahanan dunia usaha dan daya beli masyarakat, mengintegrasikan industri dari hulu hingga hilir, serta mendorong penyederhanaan regulasi dan kepastian berusaha.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas kemitraan antara pengusaha besar, menengah, koperasi, dan UMKM agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Presiden telah memberikan arah yang jelas. Kini tugas KADIN adalah menerjemahkannya menjadi program terukur, investasi yang menyerap tenaga kerja, produk yang kompetitif, dan keberpihakan nyata kepada pengusaha nasional," pungkas Bamsoet.