Ia menjelaskan pengembangan ekosistem digital kampus mencakup empat layanan utama, yakni pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui virtual account, dukungan kegiatan kemahasiswaan, perluasan transaksi nontunai melalui QRIS, serta fasilitas pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) di masjid kampus.
Melalui kerja sama tersebut, Bank BSN juga mendorong penggunaan QRIS pada tenant dan unit usaha kampus, termasuk penyediaan layanan pembayaran digital bagi pelaku usaha serta program promosi melalui aplikasi Bale Syariah.
Alex menambahkan ekspansi tersebut sejalan dengan pertumbuhan layanan digital perseroan. Hingga September 2026, Bale Syariah mencatatkan 258,8 ribu pengguna aktif atau meningkat 191,8 persen secara tahun berjalan (year-to-date/YTD), dengan 3,84 juta transaksi senilai Rp7,47 triliun.