Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan misi dagang menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, dan memperluas pasar produk unggulan dalam negeri.

Khofifah menjelaskan capaian transaksi dalam misi dagang didukung proses kurasi pelaku usaha dan produk sedikitnya dua kali serta pelaksanaan business matching minimal lima kali termasuk secara daring untuk mempertemukan potensi produksi dengan kebutuhan pasar.

Capaian transaksi Rp1,21 triliun dalam misi dagang tersebut, menurut dia, membuka peluang bagi pelaku usaha kedua provinsi untuk mengembangkan kerja sama perdagangan dan investasi yang dapat ditindaklanjuti secara berkelanjutan.