Sementara itu, Arief merintis Dus Duk Duk pada 2013 saat masih menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berawal dari pengembangan ide tugas perkuliahan dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), ia mengembangkan furnitur berbahan kardus daur ulang dengan konsep knock-down atau bongkar pasang.
Inovasi tersebut menempatkannya dalam daftar Forbes Indonesia 30 Under 30 tahun 2020 kategori Creative & Social Entrepreneurship.
RCEO Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, M. Ashidiq Iswara mengatakan, pengalaman para pembicara memberikan gambaran mengenai pentingnya kreativitas, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar dalam mengembangkan usaha.
"Kami berharap wawasan dari para praktisi dan alumni ini dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menentukan langkah pengembangan usaha ke depan," ujarnya.
Selain diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan showcase lima alumni WMM, yakni Dus Duk Duk, Bayiku.id, Batik Al Warits, Maritjee, dan Truly Natural Organik. Lewat agenda ini, peserta mengenal langsung beragam produk dan inovasi bisnis yang dikembangkan para alumni.
Khusus roadshow di Surabaya, lima pendaftar yang hadir dan menyelesaikan proses pengajuan paling lambat dua hari setelah kegiatan berkesempatan memperoleh eksposur bisnis melalui liputan oleh internal influencer Bank Mandiri.
Roadshow di Surabaya adalah bagian dari rangkaian pra-program WMM 2026 yang sebelumnya digelar di Bandung dan Yogyakarta.