Para pakar dan lembaga cybersecurity di seluruh dunia termasuk NSA, NCSC, dan FBI telah memberikan peringatan dan mendesak para pengelola situs web untuk melakukan pembaruan sistem (patch) atau segera melakukan penonaktifan layanan web sementara jika tidak memungkinkan.
Kemampuan agen AI mengidentifikasi masalah semakin meningkat, mereka dapat menemukan kerentanan yang bahkan tidak disadari manusia. AI juga dapat membantu memperbaiki masalah tersebut atau justru mengeksploitasinya.
Peningkatan kemampuan dan perkembangan teknologi tersebut memicu banyak pembaruan pada sistem keamanan perangkat lunak. Hal ini karena AI dapat dengan mudah digunakan oleh siapa saja dan banyak peretas berupaya memanfaatkannya.
"Pelaku ancaman bergerak cepat, terutama dengan bantuan AI, dan ini (PHP2Shell) kemungkinan akan menjadi target prioritas mereka dalam beberapa jam dan hari mendatang," kata Don Smith pakar keamanan siber di Sophos Counter Threat Unit.
Kondisi ini juga cukup mengkhawatirkan karena PHP Foundation hanya terdiri dari 13 developer atau engineers inti yang bekerja secara full-time maupun part-time, berbanding jauh dengan AI yang mampu bekerja dengan sangat cepat dan terus berkembang berkat miliaran dolar investasi global.
Dalam penanganannya, PHP Foundation telah bekerja sama dengan banyak pihak, perusahaan cybersecurity Calif dan Wiz yang menemukan kasus ini termasuk di antaranya. Mereka juga memanfaatkan teknologi AI dari Alpha-Omega, OpenAI, dan Anthropic sebagai upaya peningkatan sistem keamanan.