Paulinus mengungkapkan, induk dan bayi orang utan itu berasal dari wilayah Kutai Timur sebelum akhirnya dievakuasi menuju Pusat Rehabilitasi Satwa (PPS) Long Sam di Kabupaten Berau. Setelah diselamatkan, keduanya kini berada di bawah pengawasan tim medis untuk menjalani proses pemulihan dan perawatan intensif.
"Kondisi satwa yang diselamatkan saat ini relatif stabil dan terus membaik. Mereka berada dalam pengawasan tim medis, mendapatkan perawatan, tambahan nutrisi, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala," ungkapnya.
Selain orang utan, sejumlah satwa liar lainnya juga telah dievakuasi dari kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Berau. Beberapa di antaranya adalah kukang dan tenggiling.
"Sementara induk orang utan dan bayinya berasal dari wilayah Kutai Timur," terangnya.