Amil yang amanah harus juga amil yang berilmu. Sebab, kepercayaan muzaki dibangun melalui profesionalisme.

"Ketika amanah itu kita kembalikan kepada umat dalam bentuk ilmu dan manusia, sesungguhnya kita sedang menanam untuk jangka panjang. Amil Baznas dan LAZ yang saat ini sebagai penerima manfaat beasiswa ke depan adalah wajah pengelolaan zakat nasional sepuluh hingga dua puluh tahun ke depan," ujar Zainut.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UIN, Zulkifli mengapresiasi Program Beasiswa Baznas konsentrasi filantropi Islam. Ia berharap agar program pendidikan tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas para amil.

Zulkifli menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa menjalani sejumlah tahapan akademik selama menempuh pendidikan. Tahapan itu antara lain publikasi karya ilmiah pada jurnal terindeks Sinta maupun Scopus serta kolokium atau konferensi internasional.