"Air sumur warga berwarna kuning, rasanya sangat asin dan berbau tidak sedap. Setiap hari warga di sekitar tanggul penahan lumpur harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan air bersih sekitar Rp 30 ribu," ujarnya.

Ali mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Sat Brimob Polda Jatim. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu warga, terutama di tengah kondisi kekeringan.

"Hari ini kami mendapat bantuan air bersih. Semenjak adanya semburan lumpur dan dibangun tanggul penahanan lumpur, air sumur warga tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Sementara itu, Wadanki Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim Ipda Mohammad Zayyadi mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial Sat Brimob Polda Jatim.

Kegiatan tersebut, kata Zayyadi, diinisiasi oleh Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Menjelang hari ulang Sat Brimob ke 81.