IEA mencatat permintaan minyak untuk sektor petrokimia dan penerbangan masih diperkirakan meningkat dalam jangka panjang. Artinya, meskipun kendaraan listrik mengurangi penggunaan bensin dan solar, kebutuhan minyak tidak otomatis menghilang begitu saja.
Minyak juga menjadi bahan baku berbagai produk petrokimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, transisi energi tidak hanya berkaitan dengan mengganti kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik, tetapi juga mencari alternatif untuk berbagai penggunaan minyak lainnya.
Jadi, kapan minyak bumi akan habis?
Belum ada tahun yang dapat disebut sebagai tanggal pasti habisnya minyak bumi dunia.
Jika hanya menggunakan perhitungan sederhana antara cadangan terbukti dan konsumsi saat ini, cadangan minyak dunia terlihat masih dapat bertahan selama beberapa puluh tahun. Namun, EIA menegaskan bahwa pendekatan tersebut bukan ukuran yang tepat untuk memprediksi kapan seluruh sumber daya minyak akan habis.
Perkembangan teknologi, penemuan cadangan baru, tingkat produksi, harga, kebijakan energi dan perubahan permintaan dapat mengubah perhitungannya dari waktu ke waktu.
Karena itu, pertanyaan yang lebih relevan bukan sekadar "kapan minyak bumi habis?", melainkan seberapa cepat dunia mengurangi ketergantungannya terhadap minyak dan bagaimana kebutuhan energi akan dipenuhi ketika permintaannya mulai menurun.
Dengan tren transisi energi saat ini, dunia berpotensi mengalami perubahan besar dalam penggunaan minyak jauh sebelum seluruh cadangan minyak di dalam bumi benar-benar habis.