Namun seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang. Inilah yang membuat tubuh kekurangan pigmen hingga terlihat putih atau abu-abu.
Uban sebagai pertanda kanker muncul dari sebuah penelitian pada 2025. Riset itu menemukan jika kerusakan DNA mempunyai dua kemungkinan, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang dapat mengarah pada kanker kulit melanoma.
Kendati demikian, dr Yenny menegaskan belum terdapat bukti epidemiologis jika orang yang cepat beruban memiliki risiko melanoma atau kanker lain.
Kecepatan munculnya uban dipengaruhi berbagai faktor dengan faktor utama adalah usia dan genetik. Selain itu, ada stres oksidatif, merokok, polusi, serta paparan lingkungan tertentu yang juga dapat berperan.