Warga sebelumnya membutuhkan rakit bermesin untuk menyeberangi bendung. Kini, empat rakit disambung menjadi jembatan.

"Makin surut sekarang, penyeberangan nggak pakai mesin. Rakit disambung di dekat masjid. Paling cuma 60 meter," ujar Maman.

Maman menyebut kondisi ini serupa dengan keadaan sebelum Bendung Karian dibangun dan kampung ditenggelamkan.

"Dulu ya seperti ini. Yang sekarang masih ada air itu dulunya sungai," ujarnya.