NADIKABAR.COM — Kecelakaan runtuhnya Bendungan Malpasset di Prancis pada 1959 terasa begitu ironis. Sebab, bendungan ini runtuh padahal baru dibangun.
Dikutip dari laporan French Ministry for Ecological Transition, kejadian ini terjadi pada 2 Desember 1959.
Awalnya, bendungan ini baru saja dibangun. Namu kemudian wilayah tersebut dilanda hujan lebat selama beberapa hari berturut-turut. Kemudian, bendungan jebol pada pukul 21.11 saat proses pengisian air pertama kali. Air bah sebanyak 50 juta m³ kemudian menerjang Lembah Reyran dan menghancurkan semua yang dilaluinya.
Kota Fréjus tergenang air hanya dalam beberapa menit, kemudian diterjang gelombang lumpur 21 menit setelahnya. Kota Fréjus terisolasi total akibat terputusnya jalur transportasi, saluran telepon, listrik, dan pasokan air selama berhari-hari.
Jalan nasional RN 7 serta jalur kereta api tersapu sepanjang ratusan meter, dan lapisan lumpur setebal 50 cm menutupi beberapa wilayah
Bencana ini mengakibatkan 421 orang tewas. Sebanyak 7.000 orang kehilangan tempat tinggal sehingga mereka harus mengungsi.
Adapun Runtuhnya bendungan disebabkan oleh efek gaya angkat akibat keberadaan patahan geologi yang berkombinasi dengan fenomena reologi mekanika batuan yang belum diketahui pada saat konstruksi.
Kualitas struktur lengkung dan beton bendungan sebenarnya dikenal sangat baik, sehingga bencana ini sepenuhnya disebabkan oleh cacat pada fondasi batuan subsoil tempat bendungan berdiri. Tidak ada kesalahan atau tuduhan hukum (legal blame) yang dijatuhkan kepada pihak pembangun bendungan oleh lembaga peradilan mana pun.