"Iya, dugaan awal. Tapi proses visum dan autopsi masih berjalan. Kami mohon waktu," ujarnya.
Anggoro menegaskan bentrokan tersebut murni dipicu konflik lahan dan tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras, maupun antargolongan (SARA).
"Ini adalah masalah konflik lahan, tidak ada kaitannya dengan konflik SARA, agama, suku, dan lain sebagainya," tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Aparat gabungan juga akan terus meningkatkan patroli untuk menjaga situasi tetap kondusif.
"Bapak Kapolda sudah memerintahkan kepada kami untuk melakukan penegakan hukum terhadap semua yang terlibat dalam kejadian ini," ujarnya