Ia mempersilakan masuk untuk melihat sendiri etalase berisi piring-piring penuh lauk pauk khas warteg. Ayam, bebek, cumi, hingga sayur. Ketika ditanya mana lauk yang pedas, staf itu berkata, "banyak!".
Sama seperti di warteg pada umumnya, pengunjung bisa memilih mana lauk yang mereka mau. Paket makan siang sudah meliputi nasi, sayur, dan sup. Harganya disesuaikan dengan lauk yang dipilih. Kisaran harganya dimulai dari 1.500 yen atau sekitar Rp170ribu.
Meski di lantai bawah ada meja dan kursi, tapi ruang makan utama ada di lantai dua. Kapasitasnya di atas 30 orang. Ada meja yang bisa diduduki beramai-ramai, ada yang diatur untuk dua orang, ada pula dua tempat lesehan.
Hiasan-hiasan khas Indonesia serta pengumuman yang terkait dengan diaspora di Jepang ada di dinding. Sama seperti restoran Jepang pada umumnya. Air minum disediakan gratis. Tak jauh dari situ, ada mesin penanak nasi untuk tamu yang ingin menambah porsi secara cuma-cuma.
Menu makan siang ANTARA kali ini adalah cumi asin pedas dengan tahu bacem, urap dan sup, ditambah petai, dan kangkung. Bukan cuma makanan, di nampan juga ada mangkuk berisi air kobokan.