"Saya nama Budi, alamat Kabupaten Karanganyar, pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 pukul 21.00 bertempat di rumah Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar Bapak Dr. Badaruddin menyatakan saya sangat menyesal atas pernyataan saya terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur pada saat acara di TV One," kata Budidalam video yang dilihat NadiKabar, Kamis 10/9/2026.
"Saya memohon maaf kepada Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia Pusat, dan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Karanganyar. Saya menyesal atas pernyataan saya yang saya sampaikan terhadap Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dan saya tidak akan mengulang perbuatan tersebut dan saya bertobat," tambahnya.
Kiai Ma'ruf kemudian menyatakan telah memaafkan Budi. Dia juga menegaskan tidak pernah menuntut Budi untuk meminta maaf secara khusus kepada MUI Jatim.
"Sudah dimaafkan. Saya dan boleh jadi mewakili MUI Jatim sudah memaafkan. Saya tidak ada kata sakit hati, bagi kami, kami terus belajar," kata Kiai Ma'ruf kepada NadiKabar.
"Saya pribadi tidak masalah. Bahkan saat habis acara kami bercanda, selesai acara foto selfie bareng Mas Andromeda pembawa acara. Tidak ada dari kami nuntut macam-macam harus sowan MUI, harus minta maaf ke publik atau lainnya," terangnya.
Menurut Kiai Ma'ruf, dirinya justru mengetahui ramainya persoalan tersebut setelah melihat banyak notifikasi di media sosial.
"Tidak tahunya, di media sosial justru yang ramai adalah kalimat caciannya. Saya kaget melihat banyak notifikasi baik di FB, IG dan Threads," tambahnya.
Perkembangan terbaru, Budi bukan hanya menyampaikan permintaan maaf. Dia mengaku memutuskan menjual perangkat sound horeg miliknya setelah mendapat teguran dari istri dan anaknya.
Budi menyebut dirinya terus mendapat nasihat dari keluarga setelah pernyataan kontroversial tersebut. Bahkan, dia mengatakan istri dan anaknya menceramahinya selama 24 jam.
"Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menceramahi 24 jam di rumah, sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja," jelasnya.
Budi mengatakan perangkat yang akan dijual merupakan perangkat dengan spesifikasi untuk sound horeg. Sementara perangkat sound untuk kebutuhan konser tetap dimilikinya.
"Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal kayak gitu, biar saja tidak tahu-tahu dijual, dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horeg, saya lebih baik sudah tak perlu lagi," kata Budi saat dihubungi awak media, Kamis 14/9/2026.
Budi juga mengaku bisnis sound horeg sebenarnya tidak terlalu memberikan keuntungan besar baginya. Menurut dia, ketertarikannya selama ini lebih karena hobi dan menjadi sarana berkumpul.
"Di sound horeg ini tidak begitu efektif dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rejeki saya. Saya lebih ke hobi, dan senang kumpul dengan saudara-saudara," ujar Budi.
Dia pun menyatakan tidak khawatir kehilangan sumber penghasilan setelah memutuskan menjual perangkat tersebut. Budi mengatakan masih ada usaha lain yang bisa dijalankan.
Dia juga membuka kemungkinan menggunakan perangkat sound untuk kegiatan yang dianggap positif, termasuk pengajian dan kegiatan keagamaan.
"Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo, atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan akan kita berangkatkan. Bagi saya untuk shadaqah," katanya.
Sebelumnya, Budi juga telah menyatakan bahwa pernyataannya terhadap MUI Jatim merupakan kekhilafan. Dia mengaku telah menemui MUI Kabupaten Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maaf.
"Saya sendiri sudah sampaikan saya khilaf dari pernyataan saya itu. Saya juga sudah menyampaikan dari hati yang benar-benar tulus, bahwasanya saya khilaf. Dan saya tobat," kata Budi seperti