"Kami menelusuri setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan, untuk mengetahui apakah terdapat prosedur yang belum dijalankan sesuai ketentuan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi langkah perbaikan agar standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten," katanya.

BGN juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak, orang tua, dan pihak sekolah atas kejadian gangguan kesehatan yang dialami. BGN memahami kekhawatiran yang dirasakan keluarga dan memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung penanganan siswa serta mengawal proses evaluasi.

Berdasarkan laporan hingga Selasa (27/10) pukul 22.35 WITA, sebanyak 34 siswa telah menjalani observasi di dua fasilitas pelayanan kesehatan, yakni 32 siswa di Puskesmas Tarano dan dua siswa di Puskesmas Empang. Dalam perkembangan penanganan, kondisi siswa terdampak dilaporkan berangsur membaik dan dua siswa telah diperbolehkan kembali ke rumah.