NADIKABAR.COM β Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperingatkan pemilik dan pengelola website terkait dampak dua celah keamanan kritis pada PHP.
Dalam unggahan di platform X, BSSN meminta pemilik serta pengelola website untuk bertindak dan mengambil alih pengamanan guna mengurangi risiko serangan siber.
"Terdapat dua kerentanan krisis PHP CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, pemilik dan pengelola website perlu bertindak," tulis BSSN dalam cuitannya di X, Kamis (22/10).
Celah keamanan yang teridentifikasi dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 iniΒ berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang untuk menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh (remote code execution/RCE).
Berdasarkan laporan Security Advisory yang diterbitkan oleh BSSN pada Kamis (22/10), lembaga menungkap celah keamanan CVE-2026-109618 terjadi ketika PHP mengalami masalah dalam penanganan out-of-memory (OOM) atau memori komputer tidak lagi mencukupi.
Kondisi ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan memori saat server memproses permintaan HTTP yang dikirimkan oleh pengguna.