Para aktivis menuntut komitmen tegas pemerintah terhadap krisis iklim dan ekologis seperti karhutla yang dinilai memperburuk kualitas serta biaya hidup masyarakat. Usai menyampaikan aspirasinya, seluruh aktivis dievakuasi oleh petugas kepolisian secara persuasif untuk pemeriksaan kesehatan. Dok. Greenpeace/Odi Putera

Di tengah gejolak isu lingkungan, sektor perekonomian nasional juga tertekan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen dan memicu trading halt pada pertengahan Oktober 2026. Pelemahan akibat aksi lepas saham investor asing ini diperparah oleh peringatan MSCI terkait transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar modal Indonesia. Gilang Faturahman/detikFoto

Menanggapi tekanan pasar saham tersebut, BEI dan OJK memangkas batas Auto Rejection Bawah (ARB) dari 15 persen menjadi 7 persen untuk saham di atas Rp10. Kebijakan yang berlaku mulai 19 Oktober hingga 31 Desember 2026 ini diterapkan guna meredam aksi jual panik serta melindungi investor retail. Gilang Faturahman/detikFoto

Sementara itu dari mancanegara, krisis ekonomi memicu gelombang protes dan mogok kerja massal di sejumlah kota besar Prancis seperti Paris, Lyon, dan Marseille. Aksi menolak lonjakan inflasi dan pemotongan anggaran kesejahteraan ini bereskalasi menjadi kerusuhan saat massa menembus barikade di kawasan elit Champs-Γ‰lysΓ©es. Dok. DW

Eskalasi ketegangan di Prancis tersebut berlanjut pada aksi perusakan dan penjarahan di sejumlah butik barang mewah pusat kota. Kepolisian Prancis akhirnya mengerahkan ribuan personel, melepaskan gas air mata, serta menahan ratusan demonstran guna mengendalikan situasi. Dok. BBC World