NADIKABAR.COM — PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto konsolidasian sebesar 46 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,24 triliun dalam sembilan bulan pertama 2026, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp15,24 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif seluruh segmen usaha, terutama bisnis institusi dan toko fisik, seiring dengan penguatan ekosistem omnichannel serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

CEO sekaligus Co-Founder Blibli Kusumo Martanto mengatakan kinerja sembilan bulan pertama 2026 itu mencerminkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi dan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi jangka panjang.

"Sembilan bulan pertama tahun 2026 kembali menunjukkan ketangguhan ekosistem omnichannel terintegrasi serta konsistensi kami dalam menjalankan rencana strategis jangka panjang," kata Kusumo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Dia menyebutkan perusahaan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional di tengah pola belanja konsumen yang selektif serta persaingan pasar yang ketat.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut didukung oleh penguatan proposisi nilai melalui Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma, serta integrasi pengalaman pelanggan secara daring maupun luring.

Dari sisi kualitas pendapatan, Blibli mencatatkan peningkatan take rate dari 8,4 persen pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 9,1 persen di periode yang sama pada 2026. Pada kuartal III 2026, indikator tersebut mencapai 9,3 persen.

Peningkatan itu sejalan dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (Gross Profit Before Discount/GPBD) sebesar 20 persen secara tahunan selama sembilan bulan pertama 2026 dan 26 persen pada kuartal III 2026.