NADIKABAR.COM — Bagi pencinta anime dan manga, berburu merchandise karakter favorit, mengoleksi figure, hingga menghadiri acara komunitas menjadi bagian dari keseruan tersendiri. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu mengatur keuangan agar hobi tetap berjalan tanpa membuat pengeluaran membengkak.
Melihat kedekatan anime dan komik dengan minat generasi muda, blu by BCA Digital menghadirkan karya kreatif dalam kedua format tersebut. Karya ini digarap oleh animator lokal melalui proses ilustrasi manual tanpa menggunakan teknologi AI.
Karya tersebut diperkenalkan dalam gelaran Comic Frontier (Comifuro) 23. Momen ini sekaligus menjadi ajang bagi blu untuk memperkenalkan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) pertamanya melalui tiga karakter, yaitu Benni, Lea, dan Utta.
"Kami percaya ngobrol soal keuangan nggak harus selalu serius. Justru bisa seru, apalagi kalau dibawakan lewat anime dan komik. Bersama kreator lokal, kami menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus relevan dengan keseharian anak muda. Partisipasi blu di Comifuro 23 juga menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan komunitas, berbagi karya, dan menikmati keseruan anime dan komik bersama para penggemarnya," ujar Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Bagaimana jadinya jika tiga karakter harus beradaptasi dengan kehidupan manusia di Bumi? Kisah inilah yang dihadirkan melalui Benni, Lea, dan Utta. Ketiganya menyamar sebagai manusia dan belajar menghadapi berbagai situasi sehari-hari. Dengan karakteristik dan kebiasaan yang berbeda, mereka merepresentasikan beragam tipe anak muda, termasuk dalam menghadapi tantangan finansial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Keseruan petualangan mereka dapat mulai dinikmati melalui episode pertama anime yang tayang perdana di Comifuro 23, serta tersedia di YouTube, Instagram, dan microsite spesial blu. Sementara itu, versi komiknya juga dapat dinikmati melalui Instagram dan microsite blu.