Menurutnya, minimnya tutupan awan menyebabkan radiasi matahari langsung menerpa permukaan bumi. Di wilayah perkotaan seperti Surabaya, kondisi ini diperparah oleh efek urban heat atau pemanasan perkotaan.

"Untuk hidrometeorologi kering di Surabaya, yang perlu diwaspadai tim redaksi lain kekeringan meteorologis, krisis suplai air bersih, serta potensi kebakaran lahan dan permukiman," pungkasnya.

BMKG Juanda menyampaikan, dampak kemarau di setiap sudut Kota Surabaya memiliki karakteristik ancaman yang berbeda-beda:

• Surabaya Barat & Selatan: Memiliki banyak vegetasi dan lahan terbuka, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.• Surabaya Utara & Timur: Berada di kawasan pesisir, perlu mengantisipasi potensi banjir rob dan angin kencang.• Surabaya Pusat: Perlu mewaspadai ancaman kekeringan dan angin kencang di tengah tingginya mobilitas masyarakat.