Berton menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dilaksanakan pada Jumat (23/10) menggunakan pesawat Cessna Caravan. Dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) masing-masing sebanyak 1.000 kilogram dilakukan di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat.

"Hasil pengamatan menunjukkan adanya hujan ringan di kedua wilayah tersebut," jelas dia.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait, kata Berton, terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan operasional, termasuk peralatan pemadaman, logistik personel, serta dukungan air dan bahan bakar. Pemantauan menggunakan drone akan dilanjutkan untuk mengidentifikasi perkembangan titik api dan menentukan prioritas pemadaman udara maupun darat.

"Operasi gabungan akan dilanjutkan dengan memprioritaskan titik B, titik D, dan kawasan rawa gambut, disertai pemantauan kondisi cuaca serta potensi penjalaran api. Langkah ini dilakukan untuk menekan perluasan kebakaran dan memastikan penanganan di kawasan konservasi Taman Nasional Way Kambas berjalan secara terpadu," jelas dia.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan udara untuk mengecek titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung, Sabtu (24/10). Berdasarkan pantauan visual, masih terdapat titik api disertai asap tebal di sekitar wilayah kawasan TNWK.