NADIKABAR.COM — Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mengkaji jalur alternatif pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke kawasan pertambangan Papua Nugini melalui Indonesia. Jalur tersebut akan memanfaatkan Butmabin Border Post yang berhadapan dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun.

Pembahasan penguatan konektivitas lintas batas Indonesia-Papua Nugini (PNG) itu berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat BNPP RI, Jakarta, Jumat (28/8).

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut dilatarbelakangi kebutuhan Pemerintah Papua Nugini untuk menyiapkan jalur alternatif distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) menuju kawasan pertambangan Ok Tedi Mining Limited (OTML).

Kebutuhan tersebut muncul setelah jalur logistik OTML melalui rute Sungai Fly-Kiunga-Tabubil menghadapi kendala akibat penurunan debit sungai yang dipengaruhi fenomena El Nino. Kondisi ini berpotensi menghambat distribusi logistik menuju kawasan pertambangan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Papua Nugini telah menyiapkan Butmabin Border Post yang berhadapan dengan PLBN Yetetkun serta menyatakan kesiapan membangun fasilitas Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di lokasi tersebut. Pemerintah Papua Nugini juga mengusulkan pembangunan jalan penghubung sepanjang sekitar 500 meter tim redaksi Butmabin Border Post dan PLBN Yetetkun.

"Untuk menjalankan permintaan Pemerintah Papua Nugini ini ada dua hal yang perlu kita siapkan. Pertama, kesiapan kita di pos lintas batas. Kedua, kesiapan dukungan untuk kerja sama B2B tim redaksi OTML dan Pertamina, termasuk menganalisis dampak ikutan ekonominya," ujar Nurdin dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).