"Kan sama metodenya. Kok ribut amat sih mau bangun? Kalau Medan mau bangun, silahkan! Kalau memang ada uangnya, take over saja, enggak apa-apa. Kami bangun, nanti kalau memang katanya melampaui kewenangan, ya ganti saja uang provinsi, ribet amat ini pemerintah, kita ini mau dukung masyarakat. Jangan dibuat ribet," ucapnya.
Bobby menuturkan jika bantuan itu dinilai melampaui kewenangan Pemprov Sumut, Bobby mempersilahkan Pemkot Medan take over. Bobby meminta agar masyarakat lebih didahulukan sehingga jangan heboh-heboh.
"Kalau memang rasanya kami melampaui kewenangan, ya sudah. Nanti bagian persoalan yang ada di satu daerah kami enggak mau tahu, kan enggak mungkin, itu masih wilayah Sumatera Utara, kalau memang merasa punya kemampuan yang sudah kami lakukan, ya kembalikan saja uangnya, kan gitu, yang penting masyarakat dululah, jangan heboh-heboh," tuturnya.
Bobby meninjau lokasi bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap. Keduanya berdialog bersama warga yang terdampak bencana.
Setelah meninjau, Bobby mengaku mendapat cerita dari warga soal bantuan dari Pemkot Medan. Namun bantuan itu disebut menyusahkan warga.
"Kemarin memang ada bantuan, cuman tadi saya dengar ini bantuannya menyusahkan," kata Bobby Nasution, Jumat (21/8).
Bobby menjelaskan jika warga mengaku mendapat bantuan bahan material dengan jumlah yang kurang. Warga yang disebut memiliki perekonomian rendah, kesusahan dengan bantuan yang diberikan.