Kisah RA juga membuat warga sekitar ikut prihatin. Salah satunya Suparti, tetangga RA.
Ia mengatakan RA kerap berubah ketika mengalami tantrum. Dalam kondisi tersebut, bocah itu bisa memukul ibunya maupun orang yang berusaha menolongnya.
"Kasihan Pak, kalau lagi kambuh sering mukul-mukul ibunya dan orang yang menolongnya," ungkap Suparti.
Kepala Desa Banyuurip Khoirul Muis mengatakan, RA dan ibunya baru sekitar tiga bulan tinggal di desa tersebut. Keduanya datang dari Kabupaten Probolinggo karena Sujani mencari pekerjaan. Sang ibu kemudian mendapat pekerjaan menjaga warung milik salah satu warga.
"Ibunya dan RA datang ke sini untuk mencari pekerjaan. Karena dia dulu di tempatnya sana, rumah tangganya lagi bermasalah dengan suaminya," ujar Khoirul.
Meski RA bukan warga asli Desa Banyuurip, pemerintah desa tetap mendukung upaya pengobatan tersebut. Khoirul berharap, langkah yang dilakukan bersama-sama ini menjadi awal bagi RA untuk kembali pulih.
"Kami berterima kasih dan berharap ikhtiar ini bisa membuat adik RA kembali sembuh seperti anak-anak yang lain," harapnya.