Performa oke Verdonk melawan Bodo/Glimt membawanya meraih penghargaan MOTM. Dia pun menorehkan sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang menyabet MOTM di Liga Champions.

Grup Pengamat Teknis UEFA memberikan alasan memilih Verdonk sebagai MOTM duel Bodo/Glimt vs Lille. Verdonk dinilai efektik dalam bertahan dan menyerang.

"Saat menguasai bola dia bermain bagus di area sayap, mengoper dan menerima bola secara efektif, dan selalu siap untuk segera bergabung dalam serangan," Grup Pengamat Teknis UEFA mengungkapkan dalam laman resmi Liga Champions.