NADIKABAR.COM — Danantara mengungkapkan penerbitan obligasi senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 27,15 triliun (kurs Rp 18.100) mendapat sambutan positif dari investor global. Permintaan terhadap surat utang tersebut mencapai hampir empat kali lipat dari nilai yang diterbitkan.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, mayoritas permintaan obligasi berasal dari investor Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kedua kawasan tersebut menyumbang sekitar 75% dari total permintaan.

"Yang menarik dari obligasi ini adalah 75% permintaannya berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan, permintaan terhadap obligasi ini mencapai hampir empat kali lipat dari nilai penerbitannya," ujar Pandu dalam Danantara TIIF26 di Fairmont Hotel, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).

Secara lebih rinci, investor AS menyumbang sekitar 52% dari keseluruhan permintaan. Menurut Pandu, tingginya minat tersebut menunjukkan daya tarik instrumen investasi Danantara di mata investor internasional.

"Investor Amerika Serikat menyumbang 52% dari total permintaan obligasi yang mencapai empat kali lipat dari nilai penerbitannya. Jadi, obligasi ini sangat menarik bagi investor."

Selain itu, Pandu menyebut Danantara memiliki peringkat kredit yang setara dengan pemerintah Indonesia. Hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan beragai lembaga pemerintkat dunia, termasuk Fitch hingga S&P.

"Peringkat kredit kami juga setara dengan peringkat kredit Indonesia, dari Moody's, Fitch, dan S&P," tutup Pandu.