NADIKABAR.COM — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin buka suara terkait kabar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sebesar Rp 2 miliar dari dirinya.

Uang sebesar itu terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beberapa waktu lalu. Bobby pun membantah kabar tersebut.

"Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).