Pada kesempatan yang sama, CEO BOS Foundation Jamartin Sihite memastikan lokasi pelepasan di Hutan Kehje Sewen seluas lebih dari 86.000 hektare tersebut aman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan verifikasi citra satelit dan pantauan lapangan.

"Kami sudah melakukan pemantauan ketat melalui citra satelit serta verifikasi tim di lapangan. Hutan Kehje Sewen aman dari karhutla. Jika kondisi tidak aman, kami tentu tidak akan berani mengambil risiko untuk melepasliarkan mereka," ucap Jamartin.

Saat ini, jumlah populasi orangutan di Hutan Kehje Sewen mencapai 156 individu dengan sisa daya tampung sekitar 20 ekor, sementara pusat rehabilitasi BOSF Samboja Lestari masih merawat sekitar 110 individu lainnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balikpapan BKSDA Kaltim Bambang Hari Trimarsito mengapresiasi pelaksanaan pelepasliaran tersebut di tengah maraknya tindakan evakuasi satwa di daerah lain. Namun, ia mengingatkan bahwa pelepasliaran ini merupakan awal dari pemantauan keberlanjutan hidup mereka di alam lepas.

Terkait hal itu, Aldrianto menambahkan bahwa tim pemantau (monitoring) BOSF akan melaksanakan pengawasan harian secara intensif selama tiga hingga enam bulan pertama yang merupakan masa kritis bagi satwa. Setelah itu, pemantauan tetap dilanjutkan selama 1-2 tahun dengan intensitas yang lebih longgar.