Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan berdasarkan beberapa indikator, seperti angka kemiskinan, pengangguran terbuka, serta angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), manfaat pertumbuhan ekonomi mulai terasa.

Berdasarkan data 2024 ke 2025, angka kemiskinan di Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Angka pengangguran turut menurun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen. Adapun IPM meningkat dari 83,32 menjadi 83,8 persen.

β€œNamun, masih terdapat pekerjaan rumah bersama agar manfaat investasi semakin luas dan merata. Maka, kami laksanakan anugerah investasi hari ini kepada pelaku investasi yang telah berkontribusi dalam beberapa sektor,” katanya.

Penghargaan tersebut diberikan dalam sejumlah kategori, mulai dari realisasi investasi, ekspor, pemanfaatan teknologi, pengembangan infrastruktur, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk kategori perusahaan dengan ekspor tertinggi diberikan kepada PT Ecogreen Oleochemicals. Sementara itu, penghargaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan realisasi investasi terbesar diraih PT Tanjung Sauh Power, sedangkan kategori Penanaman Modal Asing (PMA) dengan realisasi investasi terbesar diberikan kepada PT Digitalland Services Two.