NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 5.711 jiwa terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda 20 kecamatan, sehingga berbagai upaya dilakukan termasuk mendistribusikan air dengan tangki.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Sabtu, mengatakan kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber mata air mengering.
Termasuk air sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi debit-nya terus berkurang, sehingga warga mengandalkan bantuan air bersih dari truk tangki yang dikirim setiap hari melibatkan berbagai kalangan.
"Kami berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, Dinas PUTR Cianjur, PMI Cianjur, guna mendistribusikan bantuan air bersih ke puluhan kecamatan terdampak yang dapat dijangkau truk tangki," katanya.