NADIKABAR.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memperpanjang status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak musim kemarau panjang tahun ini.
"Kabupaten OKU saat ini memperpanjang status siaga darurat karhutla yang berlaku hingga puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung sampai akhir November 2026," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi saat dihubungi dari Palembang, Kamis.
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyikapi peristiwa karhutla yang terjadi di wilayah setempat dengan jumlah 177 kasus terjadi selama periode Juli-Oktober 2026.
Oleh sebab itu, penetapan status dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya bencana sehingga perlu adanya upaya-upaya penanganan secara cepat, tepat dan terpadu sesuai standar dan prosedur guna mengurangi dampak resiko yang ditimbulkan seperti kabut asap.
"Penetapan status dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati OKU Nomor : 300.23/650/KPTS/XLIV.1/2026 tentang perpanjangan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla," jelasnya.
Dalam penetapan status tersebut pihaknya menyiagakan sebanyak 300 personel gabungan dari BPBD dan instansi terkait lainnya di Kabupaten OKU sebagai upaya penanggulangan karhutla sedini mungkin.
Selain menyiagakan personel, BPBD OKU mengoptimalkan fungsi posko penanggulangan di daerah rawan karhutla agar peristiwa kebakaran hutan dan lahan dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Termasuk juga pihaknya menyiapkan peralatan penanggulangan mulai dari mesin pompa air, selang, mesin chainsaw, baju anti api, oksigen, masker doubel anti polusi hingga portbale wather tank serta enam unit mobil suplai air untuk memadamkan karhutla di Kabupaten OKU.
"Kami juga mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu karhutla guna mengantisipasi bencana kabut asap," ujar dia.