Irvan menekankan bahwa antisipasi secara mandiri sangat penting, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan padat penduduk. Kesadaran setiap individu menjadi kunci utama keselamatan bersama.
"Terutama di rumah-rumah padat penduduk, kerawanannya cukup tinggi. Karena itu, antisipasi harus dimulai dari kesadaran masing-masing individu," ujarnya.
Guna mencegah dampak buruk El Nino, BPBD Surabaya terus mengencangkan langkah mitigasi dan edukasi tanpa menunggu terjadinya bencana. Sosialisasi gencar dilakukan dengan menyasar sekolah, pondok pesantren, lingkungan RT/RW, hingga pemanfaatan media sosial.
"Langkah tersebut ditujukan agar masyarakat memahami risiko cuaca kering sekaligus mengetahui cara sederhana untuk menguranginya," pungkasnya.