Sementara, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mendorong penguatan koordinasi antara manajemen FT Rewulu dan Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Wilayah Yogyakarta.

Koordinasi tersebut diperlukan agar perubahan pola konsumsi BBM harian masyarakat dapat direspons dengan cepat.

"Apresiasi atas sistem digital yang ada di FT Rewulu, seperti sistem otomatisasi terminal (new gantry system) serta integrasi digital pemantauan auto-tank gauge (ATG) di SPBU secara real-time yang diharapkan memperlancar penyaluran BBM," ucapnya.

FT Rewulu yang beroperasi sejak 1973 memiliki kapasitas aktif tangki timbun sekitar 68.000 kiloliter (kl).

Pasokan utama terminal disalurkan melalui jaringan pipa dari Integrated Terminal Cilacap untuk tiga produk utama, yakni Pertalite, Pertamax dan Biosolar.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, FT Manager Rewulu Adhi Warsito, dan Sales Area Manager Retail Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga Mahfud Nadyo Hantoro.