Perwakilan dari FDA Ghana menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah Indonesia dan BPOM. Ia menekankan bahwa FDA Ghana membutuhkan transfer pengetahuan dari BPOM yang telah lebih dulu berstatus WLA untuk produksi vaksin.
"Program pelatihan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi secara lokal di Ghana aman, berkhasiat, dan berkualitas baik," ungkap perwakilan FDA Ghana, Patrick Owusul Danso.
"Selama 14 hari, delegasi kami akan mendalami pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB/GMP), pengawasan uji klinis, izin edar, pengujian laboratorium, hingga prosedur pelulusan bets (batch release) yang sesuai dengan rekomendasi WHO," jelasnya.