Sedangkan pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran terjadi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 53,05 persen; diikuti komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 6,71 persen; dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,42 persen.

Nilai perekonomian Nusa Tenggara Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III 2026 mencapai Rp56,50 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp31,06 triliun.

"Insya Allah, pertumbuhan ekonomi NTB bisa sekitar lebih kurang 9 persen di atas target yang sudah ditetapkan di RPJMD," pungkas Wahyudin.