NADIKABAR.COM — Dua anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI terbelah soal dorongan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) menduduki posisi ketua umum partai.

Awalnya, Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron menyampaikan keinginan sejumlah kader agar Jokowi naik level menjadi ketua umum.

"Kehadiran kami di sini untuk menindaklanjuti permohonan kader-kader kami yang ada di daerah yang sudah tidak sabar lagi, Bapak naik one level lagi," kata Bro Ron usai menemui Jokowi di kediamannya, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/10).

Menurut dia, meski kursi Ketum PSI masih diduduki putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, Bro Ron menyebut ada aspirasi lain terhadap Jokowi.

Dia bilang sejumlah kader juga menginginkan Jokowi menduduki posisi lain di kepengurusan partai, salah satunya dewan pembina.

"Ada yang menginginkan jadi ketua umum, ada yang menjadi pembina, semua kita tampung. Tidak ada yang kita tahan, tidak ada yang kita sembunyikan," kata Bro Ron.

Namun, suara berbeda disampaikan Ketua DPP Bidang Politik Bestari Barus. Dia menegaskan hingga saat ini tak ada rencana untuk menjadikan Jokowi sebagai ketua umum.

Bestari menuturkan fokus PSI saat ini adalah menjalankan perintah Jokowi dalam pidatonya di Bandung beberapa waktu lalu, untuk menyelesaikan struktur partai hingga akar rumput.

"Sampai hari ini konsentrasi PSI bukan untuk menjadikan Pak Jokowi Ketua Umum. Tapi lebih kepada melaksanakan perintah beliau untuk menyelesaikan struktur agar lolos verifikasi faktual," katanya saat dihubungi, Kamis (22/10).

Bestari mengingatkan seluruh jajaran kader untuk fokus menjalankan perintah untuk merapikan struktur partai agar PSI bisa masuk di parlemen pada Pemilu 2029 mendatang.

"Sehingga Pak Jokowi-yang didukung oleh mesin yang baik ini- bersama seluruh tim kerja termasuk Mas Kaesang sebagai Ketua Umum, dapat menghasilkan apa yang kami cita-citakan untuk masuk ke Senayan dengan angka yang membanggakan," katanya.