Dalam penelitian tersebut, para ahli mengamati sampel darah dari 28 orang dewasa yang dibagi ke dalam tiga kelompok usia. Mulai dari 70-99 tahun, 100-109 tahun, dan 110 tahun ke atas.

Hasilnya menunjukkan lonjakan kadar sel T pembunuh yang sangat drastis seiring bertambahnya usia. Proporsi rata-rata sel CD4 CTL melonjak tajam berdasarkan kelompok usia:

Para peneliti mengamati bahwa sel-sel imun 'super' ini melakukan kloning atau penggandaan diri (clonal expansion) secara masif, saat merespons ancaman di dalam tubuh. Pada salah satu lansia berusia di atas 100 tahun, satu jenis klon sel bahkan mendominasi hingga 53,8 persen dari total sel CD4 CTL di dalam darahnya.