NADIKABAR.COM — Perum Bulog mengatakan fenomena El Nino tidak berdampak pada serapan komoditas beras petani di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang saat ini telah terealisasi 14 ribu ton atau 127 persen.

"Target kami sekitar 11.300 ton untuk tahun 2026. Realisasi serapan telah melampaui target dan tidak menutup kemungkinan realisasi bertambah hingga Desember nanti," kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah Jusri Pakke di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan serapan 2026 jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2025 hanya sekitar 8.700 ton dari target sekitar 7.000 ton. Realisasi itu meningkat drastis seiring kemitraan Bulog dengan penggilingan padi semakin bertambah di 13 kabupaten/kota.

Meski realisasi telah melampaui target, Bulog tetap berkomitmen melakukan kegiatan penyerapan hasil produksi petani setempat, guna memperkuat ketahanan pangan maupun swasembada nasional.

"Saat ini kami masih menyerap produksi petani di Kabupaten Tolitoli, Donggala maupun Parigi Moutong dan tidak menutup kemungkinan tahun 2027 target penyerapan beras di Sulawesi Tengah bertambah," ujarnya.

Ia mengemukakan beras yang diserap Bulog dari petani/penggilingan dimasukkan ke dalam instrumen Cadangan Beras Pemerintah (CBP), diantaranya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan beras kepada masyarakat prasejahtera, hingga tanggap darurat bencana serta kerawanan pangan.

Ia menambahkan selain program penyerapan produksi petani, Bulog juga saat ini sedang melaksanakan penyaluran SPHP beras ke gerai maupun pasar guna menjaga stabilitas harga beras ditingkat konsumen.

SPHP beras telah disalurkan sebanyak 10.180.000 ton dengan presentasi sekitar 107 persen, sementara SPHP jagung

"SPHP beras merupakan penugasan Public Service Obligation (PSO) di bidang pangan oleh pemerintah. Maka penjualan produk tersebut harus mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah Rp12.500 per kilogram dengan kualitas beras medium," tutur Jusri.