Menurut dia, sistem perputaran stok atau revolving dilakukan agar tidak terdapat beras dengan usia simpan panjang sekaligus memberikan ruang untuk penerimaan pasokan baru.

Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog Semarang digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bantuan pangan, stabilisasi pasokan dan harga, hingga dukungan penanganan kondisi tertentu.

Dalam tiga bulan terakhir, pengeluaran beras terbesar Bulog Semarang berasal dari program bantuan pangan beras dengan volume mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton setiap alokasi.

Bulog Semarang memastikan pengelolaan CBP terus dilakukan secara optimal agar stok tersedia, kualitas terjaga, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.